Tips Membuat List Impian Yang Achieveable

Kebanyakan orang yang ingin sukses selalu hanya fokus pada impian apa yang ingin mereka gapai dan menulisnya di dalam sebuah buku yang mereka beri nama “Dream Book” nggak ada yang salah sih karena kebanyakan motivator pun akan memberikan suggestion ke kita untuk menuliskan setiap impian kita ke dalam sebuah buku. Tapi bagaimana menurut kamu apa ada yang salah dengan itu?

Metode itu memang tidak salah, tetapi ada hal yang bisa membuat setiap impian yang tertulis dalam buku impian tersebut bisa mudah untuk dicapai. hmmm… sebenarnya bukan mudah, tapi BISA untuk dicapai. apakah itu? SOUL…

yup soul dari setiap impian yang anda tulis harus bisa anda rasakan, dan dengan adanys soul tersebut anda akan punya alasan mengapa impian tersebut harus anda wujudkan. misal da 2 orang punya keinginan untuk mencetak goal saat bermain bola. si A hanya ingin saja, dia tidak tahu apa yang akan terjadi bila dia berhasil mencetak goal dan bila tidak berhasil. lalu si B tahu apa yang akan terjadi bila ia mencetak goa atau tidak, misal si B bila berhasil mencetak goal maka ia akan dapat peluang untuk bisa masuk timnas, tapi bila tidak berhasil mencetak goal maka karir dia akan selesai sampai disitu.

Coba bandingkan, siapa yang lebih semangat untuk mencetak goal dan siapa yang mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mencetak goal.

karena itulah soul setiap impian yang kita tulis harus dijabarkan, bisa dengan tulisan apa yang akan terjadi bila tidak bisa achieve impian tersebut, dan konsekwensi apa yang akan kita dapatkan bila tidak berhasil mewujudkan impian tersebut.

Selain itu perlu juga dijabarkan bagaimana cara kita dapat mewujudkan impian itu dan “aset” apa yang kita punya untuk mensupport keberhasilan untuk mewujudkan setiap impian yang ditulis di dalam buku impian.

Bagaimana apakah impian yang anda tulis di buku impian anda sudah ada SOULnya? segera detailkan setiap impian anda supaya bisa lebih semangat untuk mencapainya. seperti misalnya anda punya impian untuk membeli rumah tahun 2018.

Leave a Comment