Merawat Properti Sewaan

Mereka yang tinggal di properti sewaan mungkin memiliki pertanyaan bagaimana mereka harus merawat tempat tinggal mereka. Disamping memperlakukan properti sewaan dengan penuh perawatan dan tidak boleh melakukan kerusakan pada properti, namun ada area abu-abu di mana penyewa mungkin tidak yakin apa dan kewajiban mereka dalam kondisi penyewaan. Dalam sebagian besar kasus tersebut pertanyaan-pertanyaan dapat diselesaikan dengan meninjau ulang kesepakatan sewa secara hati-hati. Hal ini dapat memberi penyewa wawasan yang luas mengenai hal-hal yang akan diperbaiki oleh pemilik sewa dan item mana yang menjadi tanggung jawab penyewa.

Perlakukan properti sewaan seperti rumah Anda sendiri.

Ini benar dalam teori namun kenyataannya tidak selalu benar. Teori dibalik merawat properti sewaan seperti rumah Anda adalah Anda harus memperlakukan properti sewaan dengan cara yang sama seperti merawat rumah Anda sendiri. Ini berarti penyewa tidak boleh sengaja merusak atau mengabaikan properti sewaan. Juga menyiratkan bahwa penyewa harus merawat properti sewaan dengan melakukan perbaikan yang diperlukan saat dibutuhkan.

Namun kenyataan dari poin ini tidak benar karena penyewa sering tidak memperlakukan properti sewa seperti rumah mereka. Pemilik rumah bebas melakukan modifikasi rumah kapan saja untuk properti mereka. Penyewa tidak memiliki hak ini dan hanya diperbolehkan melakukan modifikasi yang diizinkan di dalam perjanjian kontrak. Modifikasi yang diizinkan biasanya adalah modifikasi yang kecil.

Carilah bantuan dari manajer properti saat dibutuhkan.

Penyewa juga harus meminta bantuan dari manajer properti bila ada perbaikan yang berada di bawah hak pemilik properti. Perbaikan mencakup hal-hal seperti saluran pembuangan, peralatan dan membuat modifikasi pada tempat tinggal seperti sarana pencahayaan. Meskipun penyewa mungkin mampu melakukan beberapa hal atau semua hal-hal tersebut, perjanjian sewa dapat menentukan hal ini menjadi tanggung jawab pemilik properti ataukah penyewa. Penyewa yang mencoba memperbaiki hal-hal ini akan bertanggung jawab bila terjadi kerusakan yang terjadi selama perbaikan hal-hal tersebut.

Demikian pula kesepakatan sewa bisa menyebutkan bila terjadi kelalaian maka barang-barang tertentu menjadi tanggung jawab penyewa. Bisa saja barang-barang kecil seperti mengganti bola lampu atau yang sejenisnya. Dalam hal ini penyewa bebas melakukan modifikasi. Namun dalam situasi lain dimana perjanjian sewa menentukan bahwa manajemen apartemen akan menangani keluhan tertentu maka keluhan ini harus diajukan ke manajemen apartemen.

Bila manajemen apartemen tidak melakukan pekerjaannya sebagaimana mestinya.

Penyewa mungkin saja menghadapi masalah dimana manajemen tidak menanggapi keluhannya dan tidak menangani situasi yang dialaminya. Bila hal ini terjadi bagi penyewa tidak punya pilihan lain kecuali membawa kasus ini ke atasan manajemen properti tersebut. Apabila manajemen properti yang seharusnya melakukan perbaikan tertentu dan mengatasi masalah tersebut namun gagal melakukannya, maka mereka menimbulkan bahaya bagi warga setempat. Inilah sebabnya mengapa penyewa tidak boleh membiarkan pelanggaran tersebut terjadi. Penyewa juga harus tidak boleh takut bila diserang balik oleh manajemen properti karena kontrak tersebut akan menentukan hak penyewa untuk mengajukan banding ke otoritas yang lebih tinggi mengenai kualitas layanan yang mereka terima.

Leave a Comment