Kontraktor Kubah Masjid di Samarinda Kalimantan Timur

Kontraktor Kubah Masjid di Samarinda Kalimantan Timur

Kontraktor Kubah Masjid di Samarinda Kalimantan Timur

Mencari pekerjaan diera sekarang ini semakin hari kian sulit saja. Belum lagi banyak perusahaan perusahaan lebih memilih mempekerjakan orang orang dengan status lulusan yang tinggi. Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa tingkat pengangguran di negara kita tercinta ini semakin tinggi.
Pada hari sabtu, pemuda asal Kediri pulang kerja. Pemuda ini merantau ke Samarinda. Telah mulai sejak dua th. yang lalu dia datang ke kota ini. Pemuda ini bernama Angga Putra. Dia pulang kerja lewat jalan yg tidak umumnya dia lalui karna di jalan yang umum ia lalui ada aktivitas orang-orang. Dia berputar-putar kurang lebih satu kilo lebih jauh. Mendadak dia lihat di tepi jalan kontraktor kubah masjid. Dia tetaplah menancap gas motornya karna dia telah miliki janji dengan rekan tetangga kamarnya untuk berjalan-jalan malam minggu ke taman kota Samarinda.
Angga merantau dengan argumen sulit mencari kerja di Kediri. Sesudah dia melihat-lihat lowongan pekerjaan dia tertarik merantau ke Kalimantan waktu itu. Sesampainya di kamar tempat ia menyewa tempat tinggal. Rekan yang di ajak janjian belumlah datang. Memanglah rekan tetangga kamar itu berlainan tempat kerja dengannya. Angga dengan sabar menunggunya. Sembari bersiap-siap malam mingguan. Ada seorang yang ajukan pertanyaan satu alamat. Beliau tunjukkan selembar kertas. Dibagian tengahnya ada tulisan kontraktor kubah masjid di Samarinda. Sayangnya Angga tidak menahu mengenai alamat itu. Beliau memaksa mengingat-ingat Angga mengenai alamat itu namun dia tetaplah tidak paham alamat yang maksud ayah itu. Tidak lama kemudian rekan tetangga kamarnya datang. Serta Angga menanyakannya nyatanya dia ketahui.
Angga dengan rekan tetangga kamarnya telah siap pergi malam mingguan. Mereka melalui jalan yang saat pulang kerja barusan dia lalui. Angga menandainya dengan terdapatnya tulisan di tepi jalan kontraktor kubah masjid. Waktu melalui jalan itu Angga teringat dengan selembar kertas yang ada tulisan kontraktor kubah masjid yang dibawa ayah waktu bertanya alamat barusan. Angga segera bicara pada rekannya, apa orang yang barusan bertanya alamat dari kantor ini ya. Rekannya menjawab mungkin saja juga dari sini namun mungkin saja juga dari kontraktor depan jalan situ. Kata rekan saya memanglah selama jalan yang waktu itu ia lalui ada tiga tempat layanan penerima kubah masjid dengan blok depan tempat tinggal tulisan kontraktor kubah masjid. Namun untuk beberapa nama siapapun rekannya itu tidak paham. Apabila di tanya yang bagus serta populer samping mana dia juga tidak menahu masalah itu.
Sesampainya di taman kota Samarinda, mereka jalan kedalam taman sembari melihat-lihat. Mendadak ada anak yang terjatuh naik sepatu roda menabrak tembok di depannya. Waktu di tolong anak ini menangis karna kaki samping kirinya terlihat terkilir. Saat di bertanya ke sini sama siapa, sang ayahnya telah datang menghampirinya. Nyatanya dia anak ayah Aquis seseorang kontraktor kubah masjid. Angga tahu bila ayah Aquis seseorang kontraktor dari blok yang barusan saat perjalanan ke taman dia baca. Ayah Aquis mengemukakan rasa terima kasihnya karna telah membantu anaknya yang terjatuh.

Leave a Comment