Dampak Buruk Obesitas Pada Anak dan Dewasa

Dampak Buruk Obesitas Pada Anak dan Dewasa

Dampak Buruk Obesitas Pada Anak dan Dewasa

Bahaya makan berlebihan yang menyebabkan obesitas tidak hanya memperburuk penampilan, tetapi serta berisiko mengundang berbagai penyakit berbahaya.

Jangan pernah menyepelekan masalah berat badan karena berat badan supreme baik untuk kesehatan.

Obesitas atau kelebihan berat badan biasanya terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat seperti tidak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat.

Obesitas biasanya tidak hanya disebabkan oleh pola makan, tetapi serta lingkungan. Respon otak terhadap pola konsumsi manis dan tinggi lemak serta berperan membentuk kebiasaan yang tidak sehat.

Saat seseorang mengalami obesitas, kebiasaan buruk tersebut cenderung lebih sulit untuk dihilangkan sehingga menimbulkan kerusakan pada otak.

Gangguan pada otak dialami karena ketidakseimbangan hormon ghrelin dan leptin.

Kegemukan yang terjadi akibat kebiasaan konsumsi yang tidak sehat, membuat tubuh melakukan sekresi hormon leptin berlebih sehingga tubuh cenderung sering merasa lapar karena otak tidak merespon hormon ghrelin yang memberi sinyal rasa kenyang.

Tingginya hormon leptin serta menyebabkan seseorang makan lebih banyak karena orang itu kurang menikmati rasa makanan sehingga dia akan menderita obesitas. Selanjutnya akan dijelaskan dampak buruk bagi otak secara lebih mendalam.

Kondisi ini berbahaya dan berdampak negatif bagi kesehatan apalagi ditambah anak nonton tv karena obesitas akibat kurang serat dapat memicu datangnya penyakit yang serius seperti jantung dan diabetes.

Berikut dampak kelebihan karbohidrat dan akibat kelebihan protein yang menyebabkan obesitas bagi penderitanya yang harus diketahui:

  • Sulit Bernapas dan Mendengkur

Sulit bernapas kerap dan pola napas yang pendek biasanya dialami oleh penderita obesitas. Penyebabnya adalah penumpukan lemak di daerah dada dan leher.

Orang yang mengalami kelebihan berat badan akut serta akan mengalami gangguan tidur yang identik dengan mendengkur karena jaringan lemak pada tubuh yang menumpuk.

  • Timbulnya Masalah Kulit

Penderita obesitas serta terkena masalah pada kulit akibat perubahan hormon. Timbunan lemak berlebih dapat membuat kulit lebih lebar yang menciptakan garis-garis halus.

Lipatan lemak serta membuat jamur dan bakteri tumbuh dan berkembang yang memicu terjadi infeksi pada kulit. Ingatlah obesitas yang menyebabkan masalah kulit, bukan keracunan makanan sehingga ketahui serta tanda tanda keracunan makanan.

  • Nyeri Sendi dan Otot Kaki

Orang yang mengalami kelebihan berat badan sering merasa nyeri pada persendian dan otot kaki. Nyeri pada sendi terutama lutut secara terus menerus dapat merusak postur tubuh.

Kelebihan berat badan tentu menambah beban atau tekanan pada lutut dan pergelangan kaki sehingga akan terasa nyeri dan bentuknya menjadi tidak bagus.

  • Depresi

Orang yang terlalu gemuk serta dapat mengalami gangguan psikologis seperti depresi. Penderita obesitas cenderung lebih gampang stres karena merasa rendah diri dengan bentuk tubuhnya dan sedih akibat ejekan orang lain.

  • Sakit Punggung

Penderita obesitas rata-rata mengeluhkan sakit punggung. Apa penyebabnya? Tentu saja lemak yang menumpuk terutama di space perut akan menambah beban pada tulang belakang. Nyeri punggung yang terus berlanjut dapat menyebabkan patah tulang dari dalam.

  • Tekanan Darah Tinggi

Salah satu risiko yang dialami oleh penderita obesitas adalah mengalami tekanan darah tinggi. Banyak pengidap obesitas yang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi sehingga memicu penyakit jantung koroner.

  • Varises

Varises dapat menimpa laki-laki atau perempuan yang mengalami obesitas. Varises terjadi saat pembuluh vena melebar karena melemahnya dinding pembuluh darah. Gumpalan pembuluh darah yang berwarna ungu atau biru menjadi pertanda munculnya varises.

  • Memperburuk Tulang Bagi Orang Dewasa

Orang dewasa dan lanjut usia yang mengalami obesitas akan menderita Obesitas osteosarcopenic, yaitu kondisi memburuknya kepadatan tulang dan massa otot yang diakibatkan oleh penumpukan lemak di dalam tubuh.

Menurut Jasminka Ilich Ernst, seorang profesor bidang gizi di Florida State College, obesitas menjadi penyebab terbesar masalah tulang.

Kebanyakan penelitian melihat efek obesitas pada kasus metabolik dibandingkan kasus pada tulang, tetapi dampak obesitas pada tulang tidak dapat disepelekan.

Ilich Ernst mengatakan, jaringan lemak memiliki dampak negatif terhadap kepadatan tulang, kekuatan otot, dan dapat meningkatkan efek peradangan. Apalagi lemak di perut lebih beracun daripada lemak di bagian lainnya.

Perubahan gaya hidup cara terbaik yang dapat mencegah obesitas osteosarcopenic agar tidak mengalami masalah pada tulang dan otot lebih kecil.

Leave a Comment