Page Rank Promoter
Uncategorized

Waspada! Sendi Pelana Jempol Rawan Terkena Artritis

Waspada! Sendi Pelana Jempol Rawan Terkena Artritis

Sedikit yang tahu kalau sendi pelana jempol yaitu satu diantara sendi yang seringkali dipakai. Oleh karena itu juga, sendi ini jadi lebih berisiko alami cedera serta bahkan juga terserang penyakit artritis dibanding sendi beda di tangan manjakani kanza asli 

Sesuai sama namanya, bentuk sendi pelana mirip pelana pada kuda yang cembung pada satu bagian serta cekung pada bagian beda. Terkecuali perputaran aksial (pergerakan memutar pada sumbu), sendi ini bisa berputar-putar ke semua arah. Sendi pelana pada jempol nyatanya bisa terserang artritis bila dipakai terus-menerus terlalu berlebih.

Artritis pada Sendi Pelana Jempol
Artritis yaitu masalah pada sendi yang menyebabkan peradangan pada satu diantara atau sebagian sendi. Artritis pada sendi pelana jempol biasanya dihadapi orangtua. Keadaan ini berlangsung waktu tulang riskan yang telah aus terpisah dari tulang pembentuk sendi jempol yang dimaksud sendi carpometacarpal (CMC).

Dalam kondisi normal, tulang riskan membuat perlindungan ujung tulang serta berbentuk jadi bantalan untuk kurangi gesekan antar tulang. Waktu tulang riskan rusak karena artritis pada sendi pelana, tulang lalu sama-sama bergesekan serta mengakibatkan rusaknya pada sendi. Rusaknya ini dapat juga mengakibatkan tumbuhnya tulang baru di bagian tulang yang sudah ada terlebih dulu yang selanjutnya juga akan membuat tonjolan pada sendi jempol.

Artritis sendi pelana buat penderitanya kesusahan lakukan beberapa gerakan simpel, seperti buka toples maupun memutar gagang pintu. Ini dikarenakan artritis sendi pelana bisa mengakibatkan bengkak, nyeri, serta menyusutnya kemampuan serta ruang pergerakan.

Rasa sakit di bagian bawah jempol yaitu tanda awal serta paling utama artritis pada sendi pelana jempol. Rasa sakit ini keluar terlebih waktu pengidap memegang, menggenggam, maupun mencubit satu benda. Terkecuali rasa sakit, pengidap dapat juga rasakan bengkak serta rasa kaku di bagian basic jempol. Tulang di bagian basic jempol dapat juga tampak jadi membesar, bersamaan menyusutnya ruang gerakan serta kemampuan untuk menggerakkan benda-benda.

Artritis pada sendi pelana jempol ini lebih berisiko berlangsung pada :

Wanita obesitas
Usia diatas 40 tahun
Seorang yang alami cedera sendi, seperti keseleo maupun tulang retak.
Seorang yang alami masalah kesehatan yang berbentuk genetik, seperti kelainan pembentukan sendi atau lemah.
Seorang yang seringkali menghimpit sendi jempol terus-menerus didalam kesibukan setiap harinya.
Pengidap penyakit yang merubah susunan serta peranan tulang riskan, seperti rheumatoid artritis.
Artritis pada sendi pelana jempol bisa dikerjakan dengan kombinasi operasi serta perlakuan nonoperasi seperti berikut.

Obat-obatan pereda rasa sakit, seperti ibuprofen, acetaminophen, dan suntikan kortikosteroid untuk meredakan pembengkakan.
Bebat (splint) bisa bertindak membatasi gerakan pergelangan tangan serta jempol, dan menyokong sendi. Alat ini mempunyai tujuan kurangi resiko rasa sakit, mengistirahatkan sendi dan menolong kembalikan sendi pada tempat yang pas.
Diluar itu, operasi bisa ditempuh dengan beragam cara, seperti pergantian sendi/arthroplasty, penyatuan sendi/arthrodesis, reposisi tulang yang menyokong sendi/osteotomy, dan pengangkatan tulang pada sendi pelana jempol/trapeziectomy. Splint atau gips dipakai pascaoperasi sepanjang lebih kurang enam minggu untuk menolong sistem pemulihan yang dibarengi dengan sistem terapi untuk kembalikan kemampuan serta gerakan tangan seperti awal mulanya.

Leave a Reply