Page Rank Promoter
3 Tahapan Tumbuh Kembang Anak dan Jenis Mainannya
Pendidikan

3 Tahapan Tumbuh Kembang Anak dan Jenis Mainannya

Memilih mainan anak yang sesui dengan usia urgen untuk dilakukan. Sebab tak melulu mengisi waktu bermain, mainan yang diserahkan kepada anak dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menajamkan kreativitas, keterampilan, dan media belajar anak.

Berbagai macam mainan anak yang dipasarkan di toko mainan tak jarang menciptakan Anda bingung dalam memilih. Daripada hanya terpana dengan bentuk mainan yang dijual, terdapat baiknya memilih mainan anak sesuai dengan usianya supaya bermanfaat untuk membuat baik suasana hatinya, seraya membantunya belajar, dan menyokong tumbuh kembang Si Kecil.

3 Tahapan Tumbuh Kembang Anak dan Jenis Mainannya

  1. Mainan Bayi Hingga Usia 1 Tahun

Untuk bayi sampai usia satu tahun, mainan anak dimanfaatkan sebagai sarana eksplorasi guna menggiatkan panca indera. Sebagian besar mainan anak pada usia itu antara lain merangsang bayi guna menggigit, meraih atau menjatuhkan benda.

Memilih mainan anak guna bayi sampai usia 1 tahun yang direkomendasikan, antara lain:

  • Mainan yang mengeluarkan lagu atau suara penarik perhatian yang dapat digantung di atas ranjang bayi. Ini berfungsi untuk menstimulasi mata dan memicu perhatian anak. Namun hati-hati guna tidak menaruhnya terlampau dekat ke wajah bayi.
  • Mainan anak berupa kaca yang tercipta dari plastik namun cukup jelas memantulkan cerminan wajah, pun dapat kita berikan. Ini menolong bayi mengenali wajah dan tubuhnya sendiri.
  • Memberikan anak kaos kaki atau gelang warna-warni yang dapat memunculkan bunyi, dapat memicu indera pendengaran.
  • Buku yang tercipta dari kertas dengan sekian banyak gambar yang dapat memicu penglihatan
  • Saat anak mulai dapat duduk, mainan ring stack (cincin susun) yang dapat dibentuk ulang berkali-kali, bisa diberikan. Permainan ini dapat mengajari motorik halus sekaligus belajar tentang warna dan nomor yang tercantum pada lingkaran tersebut. Warna-warni terang yang terdapat pada tiap cincin, pun dapat membantunya mulai mengenali warna.

 

  1. Mainan Anak Usia 1-3 Tahun

Memilih mainan anak pada umur ini, usahakan menyokong proses anak mengenali lingkungan sekitar. Pada periode ini, anak berjuang mengetahui teknik kerja sekian banyak  hal yang ditemuinya. Mainan yang tepat akan paling baik untuk memicu daya pikir, motorik halus, dan memperkuat otot.

Untuk itulah, dalam memilih mainan anak pada umur 1-3 tahun, Anda bisa memberikannya:

  • Blok dengan beragam format yang bisa memicu koordinasi mata, tangan, sekaligus mengembangkan keterampilan menyelesaikan permasalahan. Begitu pun permainan puzzle simpel di mana anak berusia 3 tahun telah mulai tertarik guna menyusunnya, dan mainan berbentuk tertentu yang bisa di masukan ke lubang yang sama bentuknya (shape sorter).
  • Orang tua bisa mulai mengajar Anak menggambar memakai krayon di buku Pilih krayon dengan bahan dasar yang aman.
  • Permainan profesi di mana anak bisa meniru mengerjakan pekerjaan cocok profesi tertentu, Contohnya berpura-pura sebagai koki, dokter, guru, dan lainnya. Permainan ini dapat menolong perkembangan kepintaran emosi, melatih kemahiran bersosialisasi, dan melatih mereka guna merawat barang yang mereka suka.
  • Orang tua pun dapat menyediakan mainan yang lebih menantang ketika anak berusia 3 tahun, layaknya sepeda roda tiga, atau push toys yang akan memicu anak fokus untuk berjalan seraya bertumpu pada mainan tersebut.
  • Permainan bola bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan ketangkasan dan koordinasi mata. Misalnya dengan bermain lempar tangkap, atau saling mengoper bola.

 

  1. Mainan Anak Usia 3-5 Tahun

Pada ketika anak berusia 3-5 tahun, mereka mulai memakai mainan dan benda-benda di sekitarnya untuk tujuan tertentu. Usia ini pun didominasi oleh khayalan yang tinggi. Bahkan, bahan simpel seperti selimut yang ditaruh di atas meja bisa menjadi tempat tinggal rahasia.

Memilih mainan anak yang direkomendasikan pada anak umur ini, di antaranya:

  • Lilin atau tanah liat untuk disusun sedemikian rupa menjadi makanan.
  • Bermain peran dengan memakai kostum tertentu, dapat menjadi permainan yang diserahkan kepada anak umur ini. Misalnya, anak laki-laki memakai kostum pemadam kebakaran dan anak wanita berperan sebagai seorang ibu yang memasak makanan guna anaknya.
  • Mainan lain yang telah dikenal anak sebelumnya, layaknya menggambar, membangun dengan memakai blok, dan puzzle, masih dapat diberikan. Tentunya tingkat kesulitannya dicocokkan dengan keterampilan anak.

Leave a Reply